Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

Cerpen Cinta



Ada suatu kala dimana cerpen tidak dikarang seperti biasa. Jauh dari dugaan ketika filsafat telah menyentuh sastra. Ketika bahan obrolan berupa logika jahat yang sering berdusta kepada perasaannya sendiri.

Suasana hening. Rusunawa yang dihuni para peserta pesantrenisasi berdiri megah nan angkuh. Wajar, waktu menunjukkan pukul 24.00 WIB. Para penghuni terlelap setelah kecapekkan mencari ilmu keagamaan dan sosial. Beruntung mereka mencarinya, bukan menuntutnya. Karena salah apa ilmu, sehingga tega orang menuntutnya?

Kamis, 04 Juli 2013

Kembali Kepada Hakekat


Alam adalah pesan yang disampaikan untuk manusia. Karena manusia sendiri hakekatnya sebagai khalifah. Mempunyai hak intervensi untuk mengatur alam, meski keputusan tetaplah kuasa penuh Sang Pencipta alam dan manusia itu sendiri. Alam sebagai pesan mengantarkan manusia ke jalan transcendental. Alam adalah manifestasi wujud, demikian juga manusia. Manusia yang mengerti alam akan tahu bagaimana mengelolanya. Sehingga dapat sinkretis antara keduanya. Itulah keseimbangan (taichi). Sebelum mengatur tentu harus ada pemahaman. Pemahaman yang paling mendasar adalah tentang asal usul.
Istilah jawanya Sangkan Paran.



Usaha manusia untuk menemukan asal usul

Jumat, 24 Mei 2013

Negeri Dongeng (sebuah cerpen)



Sebagian orang  sering meremehkan cerita dongeng. Kadang dianggap kekanak-kanakan. Mereka lebih bangga dengan novel-novel tebal. Perempuan lebih suka novel dengan dinamika romantika. Pria lebih suka novel dengan nuansa adventure dan logika.
Sedangkan dongeng mereka tempatkan dalam dunia anak kecil yang fatamorgana. Itu sebagai paradigma. Meski, realitasnya tidak selalu. Masih ada yang suka dongeng. Masih ada yang selalu rindu fantasi, imajinasi. Walau kadang tidak masuk akal, dongeng adalah keabadian akal. Ketika akal melayang, ia bebas, “aku berfikir, maka aku bebas.” Maka jangan anggab ini serius. Tidak ada yang serius dalam otakku. Bukankah dunia hanya sendau gurau?

Andaikata dunia saat ini seperti yang kita lihat,banyak gedung gemerlap di malam hari, sepeda motor dan mobil berlalu lalang. Ada pesawat terbang, helikopter, kapal, kereta api, dan perangkat modern lainnya. Tahukah bahwa dahulu sekitar 1000 abad lalu ada dunia yang tak kalah canggih seperti sekarang?

Senin, 06 September 2010

Mozaik Ruh di Atas bumi




Hidup sendiri musnah
Hidup makan minum apalah
Tanpa aturan adalah permusuhan
Tanpa kesopanan adalah tak punya kemaluan
Penghargaan sama dengan hiasan
Uang, wanita rupa-rupa godaan
Kadang setan kadang nikmat
Oh bila aku tergelincir

Jurang dalamnya di ahir

Taman peltim, 20 November 2009

Jumat, 13 Maret 2009

RUSAK PEMILU!

Photobucket
Pemilu sudah rusak..demokrasi memang sudah berlaku secara prosedural, namun prosedurnya tak melihat kwualitas pemilu...dasar..mudah ditipu dengan iklan..!!!padahal dari mana dana iklan itu???wewewew



Demokrasi kita selama 10 tahun ini memang baru menghasilkan demokrasi prosedural, bukan substansial. Ini yang menyebabkan rakyat kehilangan kepercayaan dan cenderung memilih sikap golput dalam pemilu, pilkada, maupun pilpres.

Seyogianya para anggota DPR lebih fokus dan memperdebatkan hal-hal yang substansial, yang menyangkut kepentingan orang banyak. Kita terus-menerus disandera oleh demokrasi prosedural, yang lebih mengutamakan soal “harga politik” atau “revenue” demi kepentingan individual para politisi.

Sikap politisi akhirnya menjadi kompromisme, demokrasi akhirnya kehilangan substansi, kecuali hanya menguntungkan segelintir elite politik.

Agar demokrasi kita bisa bekerja untuk para konstituen atau rakyatnya, tak mengherankan jika kemudian muncul gagasan para ahli dan pengamat mengenai kemungkinan penerapan sistem “demokrasi parlementer” seperti era 1950-an untuk menggantikan sistem presidensial yang terbukti semi parlementer ini.

Kita ingin para elite politik sungguh-sungguh bekerja konstruktif, efektif, dan efisien, untuk amanat penderitaan rakyat. Langkah itu harus dimulai dari lembaga-lembaga penyelenggara negara sendiri.(http://www.inilah.com/berita/selamat-pagi-indonesia/2008/03/01/14936/menyoal-demokrasi-prosedural/)


so kita harus waspada dan benar-benar memilih dengan benar, patut kita fikirkan kedepan bukan hanya tersentuh iklannya. Mind setnya harus dipakai dan cermat tentang seluk beluk suatu partai, bukannya mengajak sok jadi pengamat politik loh, namun saya hanya mengajak untuk memikirkan dari sisi alin selain advertisment para calon pemimpin kita...GO PEMILU SEHAT.
Kata ibu guruq PKnS kita ga' boleh golput...cz rugi atas hak suara kita..emang iya sih..



Jumat, 27 Februari 2009

PAKS “Prepsepsi Apresiasi Kreasi Seni” di STEMBAYO




Gamelan, ya gamelan, alat musik tradisional warisan leluhur kita ini semakin dilupakan sekarang. Banyak di negri sendiri malahan sibuk melestarikan budaya asing yang ga' jelas manfaatnya dan bertentangan dengan jati diri bangsa. Budaya leluhu tersebut memang sangat lekang di kalangan generasi muda.

Namun beda dengan aksi salah satu ini. Tepatnya di sebuah sekolah kejuruan di jogja, STEMBAYO/ SMK N 2 Depok. Yang terdapat suatu organisasi bernama PAKS yang menggiring pelajar untuk menguri-uri kabudayan jawi tersebut.

PAKS merupakan suatu wadah/organisasi yang bernaung di bawah OSIS SMK N 2 Depok. Di dalamnya terdapat kelompok gamelan dan teater. PAKS sekarang dilatih oleh Bapak Sutriswaya dan pembimbing Ibu Endang setyowulan.

Dulu memang anggota dari PAKS hanya sedikit tapi sekarang bisa dibilang berlimpah ruah. Kesadaran siswa-siswa STEMBAYO semakin tinggi untuk melestarikan kebudayaan jawa yaitu ‘gamelan’. Mereka sadar dengan berita gamelan telah dianggab oleh sebagian negara misalnya negara di Eropa mendeklarasikan gamelan sebagai alat musik mereka, padahal kita tahu gamelan adalah alat musik tradisional jawa. Nah, dari situlah timbul kesadaran dan semangat anak-anak PAKS STEMBAYO berbondong-bondong melestarikan gamelan, OkE..!

Tidak seperti yang dibayangkan bermain gamelan yang membosankanlah, yang jadul-lah, sekarang dari PAKS ini mengkolaborasikan gamelan dengan instrument lainnya misalnya angklung., jimbe, dan tak kalah menariknya dengan alat-alat band gitar, bass, drum, dan keyboard. Tak sedikit anak-anak PAKS mencoba membuat alunan lagu yang indah dan enak didengar. Permainan gamelan ini juga dikolaborasikan dengan permainan teater. Sehingga menjadi sebuah pertunjukan drama kolosal yang estetik. Oleh karena itu perkembangan gamelan semakin meningkat dan tentunya lebih baik lagi.

Berbagai kegiatan pun telah diikuti oleh PAKS STEMBAYO ini. Seperti diantaranya Rembug Budaya, FGI ( Festifal Gamelan Internasional), beberapa Pagelaran Tunggal, PMPS( Pementasan Malam Per-Sekaten), Pagelaran Perdana, YGF ( Yogya Gamelan Festifal), dan masih banyak lagi. Drama kontes yang berupa lomba juga pernah diikutinya. Karena pada dasarnya komunitas gamelan sudah ada di kalangan Internasional di manca Negara., hoo malah dilesarikan oleh bule-bule… PAKS ini pernah juga memakai bahasa yang bervareasi dari bahasa Indonesia, Jawa, bahkan Iggris pernah dilakoni.

Dalam perkembangannya PAKS STEMBAYO ini juga pernah berkolaborasi dengan berbagai sekolah dari SD, SMP, dan SMA/SMK lain. Setiap tahunnya PAKS sering mengadakan studi banding dengan SMA 8 Yogyakarta. Di situ mereka berkreasi untuk menampilkan sebuah drama ataupun musik gamelan dengan kolaborasi band.


Dan semua itu merupakan salah satu apresiasi seni dan budaya Indonesia di sekolah kami STEMBAYO( SMK N 2 Depok).


penulis teman sekelas saya Ekana Martanti dengan beberapa editan.




Jumat, 30 Januari 2009

Bencana Terlambat Haid Remaja Jogja


Sungguh bencana sudah melanda, expecially di jogjaku tercinta. Sudah lewat beberapa tahun sejak penelitian yang dilakukan IiB Wijayanto, yang mengemukakan 97,05% cewek mahasiswa di jogja utara TIDAK PERAWAN, namun kenyataannya sekarang masih sama bahkan lebih parah.

Iseng-iseng saya melihat sebuah iklan di pinggir jalan tulisannya TELAT HAID,dan dibawahnya tertera no.HP, sebagai orang iseng dan nyeleneh saya copot tuh iklan di jalan. Lalu saya tempel di dinding kamar kos sebagai hiasan...ckckck., walaupun dalam pikiran saya, saya dah tahu bahwa tuh iklan maksudnya buruk, yakni iklan aborsi. Yah itung-itung meminimalisasi aborsi dengan mencopot iklannya..hhha.

Tidak sengaja teman saya mengsms tuh nomor hape dengan maksud mengetes apakah benar iklan itu baik atau buruk. teman saya menyamar sebagai cewek SMA yang sedang hamil dan ingin menggugurkan. Dia menanyakan berapa tarif untuk menggugurkan. Dan tak berapa lama dibalas, "2jt dijamin aman." Hah ternyata benar itu iklan untuk aborsi.

Dan yang jadi pertanyaan di mana dan berapa jumlah iklan seperti itu di jogja. Apakah di muka umum sudah menyebar. Oh jogjaku Mungkin jika dilakukan penelitian ulang akan menghasilkan 99%.
Inilah budaya moral yang telah disebarkan oleh setan dalam bentuk manusia.

Kamis, 29 Januari 2009

Pendidikan Moral Ancur-Ancuran


Tiba di sebuah lingkungan terpelajar, kota seribu pendidikan, kota hiruk pikuk cyberplace. Banyak yang bilang orang jogja adalah orang yang ramah, baik hati, alim, dan bermoral bagus. Ada yang bilang seribu buku menjadi santapan sehari-hari. Kenapa sekarang begini.

Aku hanya sebuah masukan untuk yang muda jiwanya, yang tangguh nyalinya, yang mau berubah kembali, kembali ke jati diri. Jati diri seorang muda jogja, yang seyogyanya senantiasa utama, sauri tauladan antar kota, budaya yang patut diemban dan dilaksana.

Huh lihat saja sekarang, di jogjaku tercinta. Pemudanya adalah luar kota. Tak tahu kulanuwun, tatakrama dan agama. Gara-gara filter yang kotor, terkontaminasi oleh budaya asing.
Magrib-magrib bukan orang jogja namanya memperbolehkan pemuda dan pemudi mojok di sana-sini(yang terkenal di alkid, dan beberapa pantai selatan di jogja). Pasar murah disulap gensi dan image yang dijaga di pesona carrefour. Tak mau lagi pakai batik dan kebaya. Malu katanya. Sukanya pakai celana jeans dan kaos bermerek. Dan siapa yang mengajari seperti itu ya?
Inikah budaya Jogja untuk pemudanya??

Senin, 26 Januari 2009

PERANG BUDAYA MORAL REMAJA INDONESIA

...bertahun-tahun, berwindu-windu, rakjat-rakjat Eropah itu mempertuankan
negeri-negerinja di Asia. Berwindu-windu rezeki-rezeki Asia masuk kenegerinja.
Teristimewa Eropah-Baratlah jang bukan main tambah kekajaannja....

Ta’arufil ‘asry
Hawa yang panas,gerah,dan beribu-ribu sinonim dari panas.Mengikuti jejak langkah ribuan pemuda-pemudi bangsa yang bersenyum jenaka padahal mereka sedang menderita.Banyak anak-anak,pemuda-pemudi runtuhkan identitas bangsa.Seniman dan seniwati menjadi biangkeroknya.Berapresiasi berembel-embelkan seni budaya namun merajalela membawa budaya berselingkuh dengan dosa.Memperkosa hakekat seni dan budaya sesungguhnya.Dan negeri tempat terlelap dan bangun di kala pagi menjadi senjakala.Bangsa tercarut-marut dibelai sastra kelamin dan budaya wong edan.
Ekspresi seni dengan life style.Boleh-boleh saja.Hakmu untuk berseni.Tapi seni atau air seni,jangan-jangan air mani? Sesuatu yang indah yang bisa di sapa seni tersebut sangat identik dengan budaya.Dimana ada seni lahirlah budaya.Maka hati-hatilah dalam mengekspresikan seni dan mengambil budaya.
Inilah hawa dunia sekarang.Memang bukan mungkin lagi jika ciri-ciri kiamat sudah terlihat.Budaya yang merajalela berganti kulit mengimpor barat dan dimakan mentah-mentah.Kalau remajanya orang alim sih pasti sudah muntah-muntah setelah makan gituan.Tapi ini remajanya sudah tak mengenal agamanya.Dan agama hanya dijadikan syarat agar diakui menjadi warga Indonesia.Moral bejat telah dirasuki oleh pola pikir barat.Menjadikan Indonesia tergeletak berisi remajanya yang mencuat perhiasan kelamin dan liberalisme pemimpinnya.
Terlihat di sekeliling kita dunia gemerlap di tengah rakyat yang sedang terlelap budaya remaja menjadi ancaman bagi kelanjutan bangsa.Bagaimana tidak,identitasnya sudah luntur tercuci oleh sabun buatan dari luar negeri.Iseng-iseng saya melihat televisi yang acara buat para remaja.Karena ditengah-tengah gencarnya peran indusri,industri entertainmentlah yang melambung tinggi dengan mudahnya yang mudah disusupi para teknokrat barat dengan liberalisnya dan konspirasi liciknya. Tayangan silih berganti dan iklan di sana-sini.Gambaran yang secara gamblang mengajak para penikmatnya untuk terjun mengikuti arus yang dibawanya.Acara MTV yang berpengaruh besar terhadap budaya remaja. MTV yang bisa dibilang acara khusus kawula muda ini memang member efek yang besar terhadap kehidupan di era global ini.MTV Pop Style adalah suatu acara khusus yang menyajikan tontonan mengenai gaya dandan artis-artis dalam dan luar negeri.Dalam acara yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini,MTV memberikan kiat dan saran bagaimana agar bisa berdandan ala pesohor(selebritis) ternama.Tak ayal diundang selebritis seperti Missy Elliot,Avril Lavigne,Pink,Oasis,Korn,dll. Isinya tentang pembahasan cara mereka dandan,aksesoris yng mereka pakai,nama gaya dandanan mereka,dll.Dan itulah yang malah sering kawula muda tongkrongi dan mengambil dari budaya yang tak jelas manfaatnya.Pernak pernik seperti kalung,perching,tattoo,dan aneka petingsing lainnya menjadi dikonsumsi remaja.Mungkin karena kebebasan yang dijunjungkan sehingga dijadikan alasan halal bagi mereka.Bak artis luar negeri,life style mereka ditiru habis-habisan.Dan masih banyak acara televisi lainnya yang mengajak umat remaja untuk alih budaya seperti planet remaja,berbagai sinetron,dan film.Malahan di beberapa stasiun TV menayangkan acara dewasa yang ditayangkan larut malam.Padahal waktu saya SMP temen-temen saya suka ngobrolin tentang tayangan itu setelah malamnya mengumbar nafsunya dalam tayangan itu.Maklum di SMP saya pernah salah pergaulan.Lha wong anak TK aja sudah tahu pacaran!
Di tengah senyapnya dunia saat mayoritas manusia pada tidur sebagian remaja berpesta DJ dihiasi kemolekan dan erotisnya sexy dancer mereka terlelap kebudayaan sesat yang berkutat.Malahan di kalangan SMA sederajat sering mngadakan acara yang dihiasi sexy dancer itu sendiri.Sungguh pesta syahwat dikalangan masa dini.Pernah suatu ketika saya main ke rumah teman,secara tak sengaja melihat majalah HAI yang merupakan majalah remaja terkenal.Dan sebagai remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK membuat saya ingin tahu apa sih yang di kupas dan diajarkan oleh majalah itu.Setelah melihat-lihat saya terus geleng-geleng kepala.Pantas moral remaja ini hancur.Okey saya akui kalau banyak remaja yang pintar-pintar tapi nggak tahu bagaimana moralnya.Lha yang dikupas ini kok tentang seragam seksi yang dipakai cewek.Yang mana majalah tersebut mengajak para cewek SMA untuk memakai seragam seksi dengan segala bujuk rayunya.Dengan alasan biar gaul,seksi dan menarik tentunya.Dan di majalah tersebut mempublishkan komentar dari para cowok SMA mengenai seragam seksi cewek.Sama aja cowoknya,semuanya komentarnya menandakan setuju,walaupun ada salah satu yang masih melihat sisi negatifnya.Salah satu alasannya untuk memperindah pemandangan.Dasar nafsu amarah.
Merambat dari masalah semakin melebarnya aurat yang diumbar.Sebagai seorang remaja saya kenal betul budaya yang sedang mengenanya.Tidak jauh-jauh kali ini adalah budaya sepep atau bokep.Suatukali saya ngonangi teman saya yang duduk di pojok memegang HPnya.Tak taunya sedang nyepep.Memang video itu gampang ditemukan diwarnet,rentalan CD,ataupun lewat infrared dan bluetoth dari HP.Gampang sekali tersebar karena para remaja kebanyakan masih labil kepribadiannya lha wong yang ndeso di jogja teman-teman saya banyak yang punya kok apa lagi di kota.Bedanya mungkin kalau yang remaja ndeso bentuknya lebih ke kepingan CD yang ditonton secara menggerombol.Maklum yang punya VCD terbatas dan umumnya CD tersebut digilir buat dipinjamkan kepada teman lainnya.Dan hal itu sudah membudaya waktu saya masih SMP.Dan di kota lebih ke media HP yang videonya biasanya dilihat dalam format 3GP.Padahal budaya sepep sangat merusak moral remaja.Video yang fullgar dalam hal hubungan seks.Maaf tidak saya berikan contoh macam apa secara jelas yang dilihat dalam sepep ini supaya tidak terjadi nafsu.Memang awalnya dilihat doang.Tapi justru pendidikan seks yang salah ini yang menyebabkan remaja salah jalan.Sebelum nikah sudah kawin duluan.Sungguh terlalu.
Dari melihat ke manefestasinya.Budaya free sex menjadi idaman.Karena remaja umumnya adalah pelajar maka kita merambak ke Kota Pelajar.Bagaimanakah kehidupan free sexnya di sana? Iip Wijayanto, seorang peneliti, yang menghasilkan kesimpulan bahwa bahwa kemudian dia menemukan 97,05 persen di antara 1.600 mahasiswi di 16 kampus yang kos di wilayah Jogja Utara mengakui pernah berhubungan seks sebelum menikah (tak perawan).Keadaan yang dapat representatif menggambarkan remaja dengan pernak-pernik duniawinya.Sudah tak asing kalau itu terjadi.Lihat saja disekeliling kita banyak sekali tempat-tempat yang menjadi nongkrongnya anak muda dengan ikhtilat ,berkhalwat bersama lawan jenis sampai larut malam.Dan pulangnya tidak tahu pasangan tersebut menginap dimana atau sewa hotel mana.
Semua itulah yang terjadi di Indonesiaku.Remaja yang menjadi tulang punggung bangsa,yang telah diwanti-wanti para pahlawan kusuma bangsa untuk meneruskan kemerdekaan ini.Dan nenek moyang yang telah mewarisi budaya Indonesia pasti geleng kepala andaikan masih hidup.Sungguh budaya moral yang gagal.

Mimikri
Budaya Indonesia memang sedang ganti warna pada kulitnya.Yang semula berwarna,cerah,penuh dengan corak yang saling berkombinasi menghasilkan suatu perpaduan yang selaras indah nan elok.Namun sekarang telah berubah menjadi gelap,kumal,punya corak tapi acak-acakan dan terlihat sekali kalau corak itu sama sekali tidak sesuai dengan kepribadiannya.
Jaman dahulu belum ada internet,handphone,laptop,dan seubrek modernisasi pembangunan lainnya.Orang-orang masih sering naik sepeda sebagai alat transportasinya.Malahan bapak saya dan ibu saya itu kuliahnya naik sepeda,karena yang punya motor itu relatif orang yang kaya,apalagi yang punya mobil.Komunikasi antar wilayah atau antar pulau masih menggunakan surat yang dikirimkan ke kantor POS.Tidak seperti sekarang tukang becak saja
Namun walau dibilang jaman dahulu itu katrok,jaman dahulu budayanya masih utuh.Tidak seperti sekarang yang telah terkikis dimakan budaya asing.Kalau simbah-simbah sedang bercerita tentang jaman dahulu,beliau pasti bercerita dengan semangat.Karena memang beliau rindu akan suasana yang dahulu.Suasana yang masih asli dan tidak tercemar oleh budaya asing.
Anak perempuan tidak boleh keluar rumah malam-malam.Karena bisa dicap sebagai perempuan yang buruk perilakunya.Tidak seperti sekarang,cewek-cewek tidak sulit ditemukan waktu malam hari.Apalagi sering kita lihat sedang berduaan dengan pacarnya dengan rok mini dan tangtop sampai larut malam.Pertama-tama di tempat yang agak rame,lalu timbul nafsu yang berlebih yang membuat berpindah ke tempat yang agak sepi,lalu beranjak ke tempat yang lebih sepi.Beberapa bulan kemudian keluarlah adek bayi.Memang sangat berguna wewanti dari simbah.Andaikan cewek-cewek itu tidak sering keluar malam pasti mereka tidak keributan ngurus anak atau cari iklan di bangjo yang bertuliskan,”TELAT DATANG BULAN HUB.(biasanya nomer hp atau telepon).”Dan penelitian di jogja yang dilakukan Iip Wijayanto pasti berkata lain.
Menjelang maghrib atau sesudah maghrib sampai ‘isyak adalah waktu remaja Islam untuk ngaji.Mempelajari Alqur’an dan mendengarkan Uztad atau Uztadah berceramah tentang dienul Islam.Berteman dan saling mengakrabkan diri dengan lingkungan yang berakhlak mulia.Membentuk jati diri muslim-muslimah sejati.Namun sekarang,kalau anak muda disuruh ngaji jawabannya malah,”Capek deh,hari gini masih ngaji!”Remaja sekarang menilai ngaji itu kuno atau kasarannya katrok,ndeso,dan kuper.Waktu tersebut malah sering mereka gunakan untuk main atau nongkrong.Walaupun masih ada sebagian kecil yang suka ngaji di masjid.
Ibu saya sudah pernah dilamar waktu SD.Wow,dini amat!Namun Ibu saya merampungkan kuliahnya dahulu sebelum menikah dengan bapak.Dan memang jaman dahulu itu nikah muda masih membudaya.Baru umur menginjak belasan tahun sudah menikah.Kata orang dahulu sih anak perempuan yang belum menikah hingga usia kurang lebih 20 tahun dikatakan perempuan yang tidak laku.Dan sekarang sudah dihimbau oleh Negara ini untuk tidak nikah dini,dengan alasan kepadatan penduduk.Namun sekarang masih sering tuh budaya nikah muda.Tapi kali ini lain ceritanya,nikah muda di sini bukan desebabkan dari budaya turunan dari simbah dahulu.Melainkan nikah muda di sini disebabkan oleh anaknya sudah ada duluan di waktu muda dan baru dilanjutkan ke pernikahan.Sama saja dong,akhrirnya juga kepadatan penduduk.Eh lain nding,kan masih banyak yang aborsi jadi kepadatan penduduknya dapat terkurangi.
Sebenarnya saya sangat setuju dengan nikah muda yang turun-temurun telah diwariskan oleh nenek moyang kita.Ditinjau dari perilaku dan keadaan anak muda sekarang memang cocok dibudayakan nikah muda.Sekarang yang mana duluan,nikah atau seks duluan?Tentu jawabannya nikah terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan hubungan suami istri.Dan yang terjadi saat ini malah terbalik.Seks duluan baru kemudian nikah.Dan hal itu membuat moral semakin bejat dan menambah dosa-dosanya yang berlimpah ruah.Coba kalau nikah muda masih membudaya pasti tidak terjadi dosa-dosa tersebut.Lha dari pada seks bebas yang malah merusak moral dan menambah dosa,mending mana sama nikah muda?
Dari Adsorbsi ke Absorbsi Lalu Aborsi
Sebagai siswa SMK jurusan Kimia saya tidak asing dengan istilah adsorbsi dan absorbsi.Adapun istilah adsorbsi merupakan peristiwa penyerapan atau penjerapan pada lapisan permukaan atau antar fasa, dimana molekul dari suatu materi terkumpul pada bahan pengadsorbsi atau adsorben.Sedangkan absorpsi merupakan peristiwa penyerapan atau penjerapan konsentrasi zat pada suatu benda dengan penyerap yang dilakukan sampai isi dalam zat.
Jaman sekarang budaya dan life style juga mengalami proses adsorbsi dan absorbsi.Namun bukan materi yang diadsorbsi dan diabsorbsi.Melainkan mengadsorbsi dan mengabsorbsi budaya barat.Diawali dengan mengadsorbsi dengan cara menjerat budaya itu yaitu dengan cara menerimanya,membolehkan budaya itu datang,malahan menariknya untuk bersama ikut dengan budaya kita.Ini seperti politik almarhum Ali Sadikin yang merupakan gubernur DKI Jakarta sebelum Fauzi Bowo dan Sutiyoso.Beliau yang mengubah Jakarta sebagai kota metropolitan dengan cara menjiplak kota Jakarta seperti halnya kota-kota negara maju.Namun bukan hanya membangun gedung-gedung tinggi yang menjulang,diskotik-diskotik juga ikut dibangun.Sehingga budaya barat teradsorbsi.Setelah diadsorbsi dilanjutkan dengan absorbsi.Sekarang mulai diserap se-isi-isinya,diterima budaya barat tersebut,ditiru dan diterapakan,dijadikannya budaya barat tersebut sebagai life stylenya.Dari mengenalnya lalu mempraktikkannya.Dari mulai pergaulan bebas yang diakhiri dengan membudayanya aborsi yang tentu saja bertentangan keras dengan budaya Indonesia pada umumnya.
Perang Sudah Dimulai
Perang terjadi diawali konflik yang timbul dari serangan lawan maupun kita sendiri yang menyerang.Dan kita telah diserang oleh budaya barat.Ideologi kapitalisme diam-diam di gencarkan.Bak rudal-rudal yang dijatuhkan oleh Israel dan Amerika ke Palestina.Tak henti-hentinya serangan itu berakhir.Malahan semakin lama korban-korban menjadi semakin banyak.Para korban telah meninggalkan budaya aslinya.Pikirannya tercuci ideologi setan.Moralnya rusak parah.Dan korban kini menjadi berpihak kepada lawan.Semakin banyak korban,semakin banyak pula korban yang menjadi lawan.Sehingga serangan semakin gencar dan semakin kuat.Dan budaya barat kini menjadi budayanya masyarakat umum.Rok mini,tang top,free sex,perching,tattoo,dan diskotik telah dianggab legal.
Memang bangsa ini ingin maju.Dan pemikiran barat boleh kok dikonsumsi.Masak mau hidup katrok terus?Bangsa ini juga mau dong tumbuh menjadi bangsa yang modern yang peka teknologi dan dikenal kalangan internasional.Makanya bangsa ini mau menerima ilmu dari barat.Mau belajar apa sih computer?Apa sih internet?Namun seharusnya yang diterima bukan seluruh budaya barat itu.Bangsa ini seharusnya dapat memfilter budaya barat yang masuk.Jangan sampai cuma budaya free sex dan permissivisme (perilaku serba boleh) yang hanya dikonsumsi bangsa ini.Cukup sudah akibat ulah budaya dan ideologi barat yang diabsorbsi.Adanya kasus majalah Play Boy,berdirinya JIL(Jamaah Islam Liberal),berdirinya FKY(Forum Utan Kayu) yang menyulap seni menjadi seni kelamin,dan mereka yang mempertuhankan kebebasan walaupun kebebasan itu menyalahi budaya aslinya,aturan pemerintahannya,dan yang terpenting menyalahi aturan agamanya.Wa Allahua’lam bisshowab.